Selayang Pandang IMLC
Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Ungkapan ini begitu masyhur dan telah menjadi nyata. Selain itu juga adanya sebuah pernyataan bahwa masa depan terletak di genggaman para pemuda. Artinya, baik buruknya suatu umat di masa datang di tentukan oleh baik buruknya pemuda di masa kini. Ungkapan tersebutlah yang menjadi barometer dan standarisasi dalam pembinaan dan mendidik generasi muda untuk melanjutkan estafet perjuangan.
Jika kita bicara tentang pemuda dan pelajar hari ini, maka ada banyak fakta yang akan membuat kita geleng-geleng kepala. Hasil survei Komnas Perlindungan Anak di 33 Propinsi Januari -Juni 2008 menyimpulkan bahwa 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. 93,7% pernah melakukan ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin), dan oral sex. 62,7% pelajar SMP tidak perawan dan 21,2% remaja mengaku pernah aborsi.
Belum lagi kasus tawuran pelajar dan narkoba serta seabreg kenakalan remaja lainnya yang sering menghiasi pemberitaan, benar-benar membuat miris, mengingat merekalah pewaris negeri. Di tengah kondisi itulah kami bertekad untuk menjadi mitra pelajar, karena di dunia manusia yang penuh keterbatasan, optimisme adalah visi yang mampu menembusi batas cakrawala zaman.
Kami juga sadar bahwa tujuan pendidikan kita seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor : 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yaitu : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tidak akan sepenuhnya tercapai di sekolah, karena harus diakui bahwa pendidikan dewasa ini masih lebih mengutamakan ranah kognitif dan sedikit mengabaikan ranah yang lain. padahal lima dari delapan tujuan tersebut adalah pendidikan karakter. Hal ini tentunya selain bertentangan dengan UU juga bisa berdampak negatif terutama bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan diluar kecerdasan kognitif.
Dari Kami Untuk Negeri
Insan Madani Learning Centre atau yang disingkat ILMC Merupakan lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus pada pembinaan dan pengembangan potensi pelajar dan pemuda di Utara Kab. Tangerang dengan visi menjadi mitra pelajar dan pemuda di Tangerang dalam mengembangkan potensi diri, potensi itu adalah: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Insan Madani Leraning Centre didirikan oleh para mantan aktivis rohis dan ekstrakurikuler yang sebagian besar sudah menjadi guru dan sebagian lagi masih menjadi mahasiswa di berbagai perguran tinggi negeri dan swasta.
Berdirinya lembaga ini diawali dengan focus group discussion, 6 orang pada tanggal 12 Januari 2010, hasilnya disepakati untuk membentuk sebuah lembaga yang concern pada pengembangan potensi pelajar dan pemuda. Lalu tanggal 17 Januari 2010 diadakan pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 15 orang dan hebatnya lagi langsung pembentukan pengurus dan tancap gas ke musyawarah kerja.
Pada dasarnya lembaga ini didirikan sebagai bentuk keprihatinan atas merosotnya moral pelajar dan pemuda, serta kurang tersalurkannya berbagai potensi yang dimiliki oleh pelajar dan pemuda untuk itu diperlukan sebuah wadah yang dapat menampung sekaligus menyalurkan potensi-potensi tersebut.
visi
mitra pelajar dan pemuda dalam mengembangkan potensi diri
Misi
- Memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan yang terjadi di dalam pelajar dan pemuda di kabupaten Tangerang saat ini.
- Turut andil dalam upaya meningkatkan kualitas moral dan spiritual pelajar dan pemuda di kabupaten tangerang.
- Memberikan pemahaman, keterampilan, dan kesempatan bagi pelajar dan pemuda di kabupaten Tangerang untuk melejitkan potensi yang tertanam dalam diri.
- Mengembangkan dan meningkatkan kemampuan pelajar dan pemuda di Kabupaten Tangerang dalam hal kepemimpinan, manajemen, pembangunan karakter, dan pencitraan diri.



